8 Fakta Yang Terdengar Tidak Realistis Tetapi Ternyata Benar

Mudahnya akses informasi dewasa ini membuat kita dijejali oleh berbagai macam klaim yang secara tidak sadar memaksa kita untuk mempercayainya. Faktanya, ada yang begitu mudah mempercayai klaim tersebut tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Mereka mempercayai begitu saja informasi yang tersebar di dunia maya meskipun kenyataannya informasi tersebut adalah keliru.

Kali ini saya akan mencoba menghimpun 8 fakta yang kedengarannya tidak realistis tetapi pada kenyataannya fakta tersebut adalah benar. Kedelapan fakta tersebut antara lain:

1. Pada tahun 1987, maskapai penerbangan American Airlines berhasil menghemat $40.000 USD per tahun dengan cara mengurangi 1 buah zaitun yang diberikan kepada penumpang kelas satu.

Meniadakan layanan yang tidak dibutuhkan pelanggan adalah salah satu cara perusahaan menghemat biaya pengeluaran sehingga bisa lebih efisien. Salah satu perusahaan yang melakukan hal ini adalah maskapai penerbangan asal Amerika Serikat, American Airlines. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh perusahaan penerbangan ini, para penumpang hanya makan salad yang dibagikan, tetapi tidak memakan buah zaitun yang disajikan bersama salad. Pimpinan perusahaan kemudian mengambil inisiatif untuk meniadakan buah zaitun pada sajian salad sehingga bisa menghemat ribuan dollar Amerika Serikat setiap tahunnya.

Langkah yang sama dilakukan oleh maskapai Southwest Airlines. Mereka memutuskan tidak mencetak logo perusahaan pada plastik sambah sejak tahun 1994 sehingga mampu menghemat pengeluaran sebesar $300.000 USD per tahun. Maskapai United Airlines meniadakan tisu basah untuk penerbangan jangka pendek dan mengganti jus dengan jus yang lebih disukai oleh penumpang. Langkah ini membuat United Airlines berhasil menghemat total 200 juta USD.

2. Kebanyakan orang meninggal dunia di gurun pasir bukan karena kehausan, tetapi karena tenggelam.

Kebanyakan orang mungkin melihat gurun pasir sebagai tempat yang tandus dan panas. Tapi tahukah kamu? Di gurun pasir juga terdapat hujan yang dapat menyebabkan banjir. Hujan yang terjadi di gurun pasir memang jarang, tetapi sesekali hujan turun, lebatnya luar biasa sehingga bisa menyebabkan banjir. Gurun Sahara pernah dilanda hujan dengan intensitas tinggi (44 milimeter) dalam waktu hanya 3 jam.

Gurun pasir tidak memiliki drainase yang memadai untuk mengalirkan air hujan sehingga air hujan mudah tergenang dan membentuk kubangan berlumpur yang berbahaya. Lengketnya campuran lumpur dan pasir pasca hujan lebat menyulitkan orang untuk menyelamatkan diri sehingga banyak tewas tenggelam.

3. Bila kamu berhasil melipat sebuah surat kabar sampai dengan 103 kali maka sekecil itulah bagian jagat raya yang baru berhasil diamati manusia.

Dengan asumsi kamu berhasil melipat sebuah surat kabar sebanyak 103 kali dengan ketebalan kertas 1/10 milimeter maka kamu akan mendapatkan ketebalan 1 milyar quadrillion kilometer atau 107 milyar tahun cahaya. Nah, sampai saat ini manusia baru berhasil mengamati luasnya jagat raya sejauh 93 milyar tahun cahaya.

4.  Dalam sebuah ruangan dengan 23 orang di dalamnya, ada 50% kemungkinan dua diantara mereka memiliki ulang tahun yang sama. Bila di dalam ruangan itu terdapat 70 orang maka kemungkinan dua orang memiliki ulang tahun yang sama akan meningkat menjadi 99,9%. 

Paradoks ulang tahun adalah teori kemungkinan dua orang memiliki tanggal ulang tahun yang sama diantara sejumlah orang. Menurut ahli matematika asal Inggris, W.W. Rouse Ball, teori paradoks ulang tahun pertama kali didiskusikan oleh Harold Davenport yang telah berhasil menemukan berbagai macam teori angka.

Paradoks ulang tahun dibuat berdasarkan pada prinsip matematika yang disebut dengan prinsip lubang merpati. Bila obyek n ditempatkan pada kotak m, dan n lebiih besar dari m maka ada kemungkinan satu kontainer yang memiliki dua obyek yang sama.

Dengan kemungkinan jumlah ulang tahun dalam setahun adalah 366, termasuk 29 Februari, dan diasumsikan setiap hari dalam setahun memiliki kemungkinan yang sama muncul sebagai hari ulang tahun maka 50% kemungkinan tercapai pada 23 orang dan hanya butuh 70 orang agar kemungkinannya meningkat menjadi 99,9%. Kemungkinan akan meningkat menjadi 100% bila jumlah orangnya ditingkatkan menjadi 367 orang.

5. Baik merpati jantan maupun betina memiliki kemampuan memproduksi susu untuk memberi makan anak anaknya.

Meskipun bukan mamalia, merpati ternyata memiliki kemampuan memproduksi air susu untuk diberikan kepada anak anaknya. Tidak seperti mamalia, susu yang dihasilkan oleh merpati berwarna pucat kekuningan dengan konsistensi semi padat. Susu merpati kaya dengan protein dan lemak bahkan kandungannya lebih tinggi dibandingkan dengan susu sapi dan susu manusia. Namun, susu merpati tidak mengandung antioksidan dan faktor kekebalan seperti pada susu mamalia.

6. Dulu manusia berburu hewan dengan cara mengejarnya sampai hewan itu kelelahan. Manusia memiliki kebugaran tubuh yang paling efisien saat berlari.

Meskipun kebanyakan hewan memiliki kemampuan berlari yang lebih cepat daripada manusia, tetapi kemampuan itu hanya untuk jarak pendek. Nah, saat berlari dalam jarak jauh, manusia memiliki kebugaran jauh di atas hewan hewan tersebut. Strategi berburu dengan cara berlari jarak jauh ini selain diterapkan oleh manusia juga dilakukan oleh beberapa jenis hewan seperti srigala abu abu, anjing liar afrika, laba laba dan hyenas.

7. Diameter bintang terbesar yang bisa diamati dari bumi mirip dengan jarak antara pusat matahari dengan planet Jupiter.

Bintang merah dan super besar VY Canis Majoris pertama kali diamati pada 7 Maret 1801 oleh seorang ahli astronomi berkebangsaan Perancis, Jerome Lalande. Pada pengamatan selanjutnya diketahui, bintang tersebut telah mati sejak tahun 1850. Dengan diameter antara 1.800 sampai 2.000 kali diameter matahari, bintang ini memiliki kilauan cahaya hampir 500.000 kali kilauan cahaya matahari. VY Canis Majoris menjadi bintang terbesar yang pernah diamati manusia sehingga penampakannya bagaikan pusat dari alam semesta.

8. Seperempat dari total jumlah spesies hewan adalah kumbang.

Dengan jumlah spesies vertebrata mencapai lebih dari 36.000, termasuk 9.040 spesies burung dan 4.000 spesies mamalia, para ahli mempercayai jumlah spesies invertebrata mencapai total 1,5 sampai 10 juta spesies dan beberapa ahli bahkan meyakini jumlahnya mencapai 30 juta spesies. Dari total spesies hewan, 75% adalah serangga, termasuk di dalamnya 400.000 sampai 500.000 spesies kumbang. Jadi, spesies kumbang ini mencapai 40% dari spesies serangga atau 25% dari seluruh spesies hewan.

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.