X

Unboxing ASUS ZenFone Max Pro M1

Beberapa hari yang lalu, saya menerima sebuah kotak kayu yang berisikan smartphone terbaru andalan ASUS Indonesia. Yap, smartphone tersebut adalah ASUS ZenFone Max Pro M1. Kalau rekan rekan masih ingat, smartphone ASUS ZenFone Max Pro M1 baru dirilis untuk pasar global sekitar tiga minggu lalu di Jakarta, Indonesia. Mengapa di Jakarta? Mungkin karena perakitan ASUS ZenFone Max Pro M1 hampir 100% dilakukan di Indonesia.

Sayangnya, meskipun sudah dirilis beberapa minggu yang lalu, ASUS ZenFone Max Pro M1 masih sangat sulit ditemukan di toko toko ponsel di seluruh Indonesia. Yang beruntung mendapatkannya baru mereka yang berhasil membeli lewat flash sale dari Lazada. Mengapa saya katakan beruntung? Karena flash sale-nya berlangsung sangat cepat dan stok ASUS ZenFone Max Pro M1-nya langsung sold out. Mudah mudahan akhir bulan ini, ASUS ZenFone Max Pro M1 sudah tersedia merata di seluruh Indonesia, sesuai dengan bocoran yang saya dapat dari ASUS Indonesia.

Baiklah, kita kembali ke kotak kayu yang saya terima dari kurir JNE Express. Setelah melalui proses pembukaan kotak kayu yang tidak begitu rumit, akhirnya saya bisa mengeluarkan box ASUS ZenFone Max Pro M1 yang sedikit berbeda dengan box smartphone ASUS sebelumnya.

Yap, sedikit berbeda terutama nuansa warna yang dipakai. Sebelum sebelumnya, box ASUS ZenFone memiliki nuansa yang gelap, tetapi untuk ASUS ZenFone Max Pro M1 ini memiliki nuansa warna yang lebih cerah dengan perpaduan antara warna biru dan abu abu.

Pada box bagian belakang juga ada sedikit keunikan. Kalau rekan rekan sudah membelinya dan memperhatikan dengan seksama box bagian belakang, selain berisikan tulisan dan barcode jeroan ASUS ZenFone Max Pro M1 secara umum, di sana juga terselip tulisan “Negara Pembuat: Indonesia”. Yap, seperti yang saya katakan sebelumnya, perakitan ASUS ZenFone Max Pro M1, hampir 100% dilakukan di Indonesia. Mudah mudahan kelak, selain merakit, jeroan yang terdapat di dalam smartphone ASUS juga dibuat di Indonesia.

Hal yang tidak berbeda saya temukan setelah membuka box ASUS ZenFone Max Pro M1. Di dalam box ASUS ZenFone Max Pro M1, saya menjumpai paket penjualan yang hampir sama dengan smartphone ASUS yang telah saya buka sebelumnya. Ada smartphone sebagai komponen utama, buku panduan, kabel charger, kepala charger, pin pembuka tray SIM Card dan backcase plastik bening.

Mari kita bahas satu satu dari isi box ASUS ZenFone Max Pro M1:

Untuk smartphone ASUS ZenFone Max Pro M1 sebagai komponen utama, kesan pertama yang saya dapatkan adalah lumayan berat. Maklum, sebelumnya tangan saya terbiasa memegang ASUS ZenFone 3, jadi ketika memegang ASUS ZenFone Max Pro M1 kesan pertama yang saya rasakan adalah lebih berat dari ASUS ZenFone 3. Berapa beratnya? Nanti saja kita bahas pada tulisan tulisan yang akan datang.

Beratnya ASUS ZenFone Max Pro M1 kemungkinan karena badannya yang lebih bongsor dan tentu saja kapasitas baterai yang lebih besar. Meskipun berat dan besar, ASUS ZenFone Max Pro M1 masih nyaman dipegang menggunakan tangan, bahkan dioperasikan dengan satu tangan.

Bodi bagian belakang yang terbuat dari alumunium membuat ASUS ZenFone Max Pro M1 terasa lengket di tangan. Jadi, rekan rekan tidak usah khawatir, bodi ASUS ZenFone Max Pro M1 terasa licin dan mudah jatuh. Yang sedikit menganggu adalah adanya jejak sidik jari yang melekat di bodi bagian belakang. Mungkin karena warna yang saya dapatkan adalah warna gelap sehingga jejak sidik jari agak jelas terlihat. Untungnya ASUS memberikan backcase plastik dalam paket pembelian sehingga bisa digunakan untuk menutupi jejak sidik jari pada bodi belakang, selain tentu saja sebagai pelindung saat ASUS ZenFone Max Pro M1 terjatuh.

Saya agak terkejut ketika mengetahui kabel USB yang diberikan adalah micro USB. Yap, berbeda dengan harapan saya untuk mendapatkan USB C yang banyak digunakan oleh smartphone smartphone mahal. Mungkin ASUS memilih menggunakan micro USB untuk ASUS ZenFone Max Pro M1 agar bisa menekan harga penjualan. Ada untungnya sih bagi saya penggunaan micro USB ini, saya bisa lebih mudah meminjam kabel USB teman dan bila kabelnya rusak, bisa lebih murah membelinya.

Isi box yang lain adalah kepala charger standar, pin pembuka tray SIM Card, buku manual dan backcase plastik warna bening. Keempatnya tidak perlu saya bahas karena merupakan standar pembelian sebuah smartphone.

Demikian hasil unboxing ASUS ZenFone Max Pro M1 yang saya lakukan beberapa hari yang lalu. Tunggu tulisan selanjutnya tentang pengalaman saya menggunakan ASUS ZenFone Max Pro M1.

Topik: Tekno
dokterMade :Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.