Pria Ini Menjadi Kaya Setelah Menemukan Kelemahan Telegram

Sebagai salah satu aplikasi bertukar pesan atau chatting, Telegram memiliki reputasi yang sangat baik dalam hal keamanan dan privasi penggunanya. Saking susahnya ditembus, beberapa negara bahkan melarang penggunaan Telegram di negara tersebut. Alasannya, negara negara tersebut takut Telegram digunakan oleh organisasi terlarang yang berpotensi dapat menganggu keamanan negara.

Ibarat pepatah tak ada gading yang tak retak, Telegram ternyata menyimpan satu celah kelemahan yang bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Seorang peneliti keamanan jaringan, Dhiraj Mishra berhasil menemukan kebocoran alamat IP, baik IP publik maupun IP private saat seseorang menggunakan fitur voice call pada Telegram versi Desktop. Kebocoran IP ini terjadi saat seseorang melakukan voice call menggunakan teknologi peer to peer.

Berbeda dengan Telegram versi Mobile yang memungkingkan pengguna mematikan fitur peer to peer saat melakukan panggilan suara, pada Telegram versi Desktop, opsi untuk menonaktifkan fitur peer to peer ini tidak tersedia. Hal ini menyebabkan pengguna Telegram versi Mobile lebih mudah untuk merahasiakan informasi pribadinya, termasuk lokasi dimana dia melakukan panggilan. Sebagaimana diketahui, alamat IP merupakan salah satu cara mendeteksi lokasi seseorang saat orang tersebut terkoneksi ke jaringan internet.

Celah keamanan ini dengan cepat diperbaiki oleh Telegram dengan meluncurkan update Telegram versi 1.3.17 beta dan versi 1.4 yang stabil. Melalui update ini, pengguna diberikan keleluasaan untuk menghidupkan atau mematikan koneksi peer to peer saat melakukan panggilan suara pada Telegram Desktop.

Atas jasanya menemukan celah keamanan ini, Dhiraj Mishra memperoleh imbalan sebesar 2.000 Euro atau 2.300 USD. Celah keamanan ini sebenarnya sangat tidak membanggakan bagi Telegram mengingat reputasi aplikasi ini dalam hal privasi penggguna.

Kasus ini kembali mengingatkan para pengguna dan pengembang aplikasi tentang keamanan dan privasi saat berselancar di dunia maya. Kebocoran data pengguna merupakan masalah terbesar yang dihadapi oleh pengembang aplikasi. Kita ingat beberapa waktu yang lalu dunia digemparkan oleh kebocoran data pengguna Facebook yang dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mempengaruhi pilihan pengguna saat pemilihan presiden Amerika Serikat.

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.