Berkenalan Lebih Dekat Dengan ASUS ZenFone Max Pro M1, Dan Rasakan Bedanya

Di jaman yang serba mobile ini, yang mana pemilik smartphone lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah, smartphone dengan dukungan kapasitas baterai yang besar menjadi suatu kebutuhan. Menjawab tantangan itu, ASUS meluncurkan rangkaian ZenFone seri Max yang memiliki keunggulan dalam hal kapasitas baterai. Stamina baterai ZenFone Max bahkan diakui oleh publik dengan dinobatkannya ZenFone Zoom S dan ZenFone 4 Max sebagai perangkat dengan nilai skor tertinggi dalam tulisan Tom Guide bertajuk Smartphone with the Longest Battery Life. Bahkan, ZenFone Zoom S dinobatkan sebagai smartphone dengan baterai paling awet yang pernah diuji.

Bukan Cuma Max Power, Tetapi Max Segalanya

Sebagaimana diketahui, ASUS mulai merilis keluarga ZenFone Series berkapasitas baterai besar pertama kali pada tahun 2014, yang kemudian dijuluki sebagai ZenFone Max. Di tahun 2016, ASUS ZenFone 3 Max Series dirilis dengan fitur fingerprint sensor, kemudian pada 2017 ZenFone 4 Max diperkuat dengan sistem kamera ganda yang memungkinkan pengguna untuk beralih diantara dua tipe kamera untuk memotret.

Sejalan dengan itu, ASUS pun telah mengembangkan keluarga ZenFone Max dengan meningkatkan jumlah fitur-fiturnya yang bermanfaat buat pengguna. Tidak hanya sekedar baterai besar, namun secara konstan peningkatan juga dilakukan agar memiliki fungsionalitas tinggi bagi pengguna, seperti misalnya pada sistem kamera itu tadi, meskipun gawai ini ditujukan sebagai perangkat entry level.

Senior Product Manager of ASUS Global, TH Cheng, menyebut bahwa penciptaan ZenFone Max Pro M1 didasari oleh sebuah ide dari filosofi kata Max, yang tidak hanya sekedar mementingkan perfomance semata. Sebagai gantinya, Max juga mengacu pada peningkatan aspek lain seperti kualitas kamera, audio, dan lainnya.

ZenFone Max Pro dilengkapi dengan layar seluas 6 inci beresolusi Full HD+ berbezel tipis dengan tubuh berukuran 5,5 inci. Di dalamnya ada prosesor Snapdrgon 636 yang merupakan seri terbaru dari prosesor untuk mobile platform keluaran Qualcomm. Smartphone ini juga didukung oleh 5 magnet speaker dengan teknologi yang dinamakan NXP smart amplifier, serta fitur face recognition sebagai pengamanan. Fitur-fitur tersebut, dikombinasikan demi memberikan pengalaman penggunaan yang maksimal kepada pengguna dengan tetap mempertahankan harga yang terjangkau.

Selanjutnya, keluarga ZenFone Max Series pun mendapatkan peningkatan pada kualitas estetika dimulai dari seri ZenFone 3 Max. Ketimbang menggunakan plastik, bagian luar casing ZenFone Max Po telah terbuat dari metal. Seluruh konstruksi antara gain gaps, tombol samping dan headphone jack semuanya telah menjalani pengujian yang ekstensif. Hal ini memastikan bahwa tidak ada detail yang terlewatkan, sehingga memaksimalkan pengalaman pengguna dan hasil produksi.

Berdasarkan data dari sumber internal, menurut TH, pengguna ZenFone Max terbagi menjadi 2 kategori. Pertama adalah pengguna bertipe heavy user, mereka cenderung fokus pada kemampuan hardware pada perangkat, seperti performa CPU dan resolusi layar. Kedua adalah pengguna dengan mobilitas tinggi, yakni para bisnis traveler dan turis. Orang-orang tersebut biasanya menggunakan smartphone dalam sebuah perjalanan panjang (berpergian), ingin menonton video, atau mengambil foto dalam perjalanan mereka dan, karenanya mereka membutuhkan performa battery yang tahan lama.

Dengan hadirnya ZenFone Max Pro, dua kategori pengguna tadi dapat digabungkan. Sehingga mereka bisa menikmat performa perangkat yang mengagumkan, semisal untuk menjalankan game disaat bersamaan smartphone juga memiliki durabiilta baterai yang mumpuni. Tidak ada interupsi saat hendak menonton video dalam waktu lama, sehingga Anda bisa menikmati konten tersebut secara nonstop.

Melalui sebuah rangkaian test internal yang dilakukan oleh tim R&D ASUS, diketahui bahwa ZenFone Max Pro dan memainkan video YouTube secara terus-menerus hingga 20 jam, atau sama dengan menonton 2 season Game of Throne di Netflix. Performa gamingnya juga tak kalah mengagumkan. Berdasarkan pengujian, gamer dapat memainkan Mobile Legend hingga 12 jam lamanya.

Bagi penggemar Garena Free Fire, game itu pun mampu dimainkan tidak kalah lama yakni 9 jam pada ZenFone Max Pro. Bahkan, Rule of Survival, sebuah game yang menuntut kualitas grafis tinggi, mampu dimainkan hingga 8 jam pada device ini.

Lembaga riset pasar untuk gaming, e-sport dan mobile market, Newzoo, merilis sebuah laporan yang menyatakan bahwa, trend mobile gaming di Asia Tenggera terus meningkat melalui konten mobile gaming. Mereka mencatat game mobile menyumbang 55 persen pendapatan game di Asia pada 2017. Survei lainnya yang dilakukan oleh Yahoo di Taiwan, menunjukan bahwa ada sekitar 8.9 juta gamers di paruh pertama 2017, dimana 97 persen diantaranya adalah pemain game mobile.

Mobile gamer adalah kelompok terbesar dalam suvei tersebut, yakni 80 persen responden mengatakan bahwa dirinya adalah bagian dari komunitas tersebut. Angka-angka tersebut menunjukan bahwa pasar game seluler di Taiwan cukup matang.

Meningkatnya pasar mobile gaming di Asia Pasific, terutama di India, cukup untuk menarik minat strategis ASUS dalam menggarap sektor tersebut. ZenFone Max Pro mewakili pilihan yang optimal bagi para mobile gamers, terutama bagi pengguna yang ketat dalam soal anggaran, namun ingin tetap menikmati kinerja smartphone yang mumpuni dalam hal gaming.

Power Saving CPU dan Multi Thread Performance

Melalui sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim R&D ASUS mencakup respon (feedback) yang diberikan oleh forum Zentalk, sebuah forum resmi untuk fans ASUS, sekaligus juga dari komunitas gamer, ditemukan bahwa penyebab lag pada smartphone adalah ketika pengguna mengoperasikan banya aplikasi pada smartphone dalam waktu bersamaan.

Kondisi semakin diperparah manakala adalah salah satu aplikasi yang menuntut kinerja grafis tinggi pada smartphone tersebut. Karenanya, kinerja dari CPU menjadi prioritas utama ASUS dalam menciptakan ZenFone Max Pro M1.

Karena itu, ZenFone Max Pro telah dilengkapi dengan performa prosesor yang powerfull yakni Snapdragon 636. Prosesor tersebut sangat memiliki performa yang lebih tinggi 1,5 lipat dibandingkan generasi sebelumnya yakni 625. Melalui skor pada Antutu, SD636 berhasil meraih angka 116 ribu. Sebagai akibatnya, pengguna dapat memainkan hampir semua konten dengan lancar seperti game, video, atau mengobrol di ponsel tanpa khawatir dengan problem kinerja.

Kapasitas Baterai yang Luar Biasa dengan 5000 mAh

Sangat sedikit pabrikan smartphone yang dapat menyesuaikan perangkat mereka dengan baterai 5000 mAh. Tetapi ASUS telah menggunakan baterai berkapasitas tinggi dalam seri ZenFone Max Pro M1 sejak 2015. Saat itu, ini adalah tantangan besar, tetapi tim R&D mampu melakukannya berkat keahlian dan keterampilan teknis yang luas biasa dalam rekayasa baterai.

Dalam beberapa tahun sejak saat itu, ASUS telah mencapai perkembangan dan peningkatan lebih lanjut dalam teknologi baterai, yang memungkinkan perusahaan untuk membedakan diri dari para pesaingnya. Selain itu, kapasitas baterai yang besar ini, tidak menjadi smartphone menjadi mahal untuk konsumen. Sebaliknya, ponsel ASUS dengan baterai yang besar malah memiliki harga yang kompetitif. Fitur fitur ini telah diterima dengan baik oleh pengguna terutama generasi muda. Survei internal menunjukan, hampir semua pengguna ZenFone Max berusia 24 tahun atau lebih muda.

Meskipun vendor lain juga menciptakan smartphone berkapasitas baterai yang besar, ASUS tetap lebih tinggi dibandingkan mereka. Ponsel miliki ASUS biasanya memiliki kapasitas daya baterai 1000 hingga 2000 mAh lebih tinggi dibandingkan vendor lain, namun tetap memiliki ukuran atau harga yang serupa dengan ponsel mereka. Jadi apa rahasianya sehingga ASUS bisa sanggup memaksimalkan kapasitas baterai smartphonenya dengan tetap mempertahankan ukuran ponsel yang ramping?

Menurut TH, itu berasal dari tknologi papan sirkuit cetak (PCB) di telefon kami tidak tertandingi di industri ini. PCB yang digunakan untuk CPU dan baterai memainkanperan kunc dalam menentukan ukuran fisik baterai. Karena adanya ruang tersisa pada ponsel yang cukup, itu bisa digunakan untuk menanamkan baterai yang lebih besar. Ini membutuhkan keseriusan dan tingkat kesulitan tinggi.

Namun dibalik itu, ASUS ingin menghadirkan kinerja baterai yang luar biasa tanpa mengorbankan kualitas bagian lain, atau mengurangi spesifikasi ponsel. Sangat sedikit produsen ponsel pintar yang mampu menawarkan perangkat keras berspefikasi tinggi bersama dengan kapasitas daya baterai yang luar biasa.

Inovasi ini membuat perbedaan nyata dalam kinerja ponsel. Pengujian yang dilakukan oleh ASUS telah menunjukan bahwa baterai 5000 mAh dapat tetap siaga dalam jaringan 4G selama 35 hari, atau 42 jam untuk talk time di 3G, dan 28 jam browsing di web menggunakan WiFi.

Sekarang ini, banyak pula vendor yang mengalihkan fitur daripada menyediakan kapasitas baterai yang besar, lebih baik menguranginya dan menyediakan fitur fast charging. Namun ASUS berfikir lain tentang itu, sebab jika kita memiliki smartphone dengan baterai besar, ringan, dan portable, sekaligus memiliki kinerja baterai yang hebat, maka Anda tidak perlu khawatir tentang mengisi daya sama sekali.

Ini merupakan solusi paling aman, karena solusi fast charging, kendati terdengar menarik, sebenarnya cenderung untuk memperpendek masa pakai baterai secara efekti dan cepat. Bahkan mungkin, Anda harus membeli ponsel baru dalam setahun karena itu. Sedangkan ZenFone Max Pro memiliki masa pakai dua kali lebih lama dibandingkan ponsel lain di pasaran.

Layar Full HD+ Didukung Cristal Clear 2K Resolution

Resolusi maksimum tampilan ponsel cerdas dapat menjadi batasan untuk kualitas grafis dari satu video ataupun permainan. Jika layar hanya dapat mendukung resolusi HD, maka tidak ada gunanya memutar video beresolusi 2K atau dengan kualitas tinggi diatasnya. Sebab perangkat hanya memutar ulang kontek pada grafis HD.

Inilah sebabnya mengapa ZenFone Max Pro dilengkapi dengan layar layar ultra-slim berukuran 1660×1080, Full HD+ ultra-tipis dengan aspek ration 18:9. Kecerahan layar naik hingga 450 nit, dan memiliki rasio kontras 1500: 1. Sebagian besar ponsel kelas menengah di pasar memiliki layar HD 5,45 inci atau 5,7 inci. Sangat sedikit yang dilengkapi dengan layar beresolusi tinggi tanpa panel.

Smart Amplifier dengan 2X Volume Boost

ASUS ingin pengguna perangkatnya benar-benar mendapkan filosofi “MAX” pada keluarga ZenFone Max, dengan cara menghadirkan fitur performa tinggi pada ZenFone Max Pro. Di dalam game, para pemain juga menginginkan keluaran audio yang berkualitas.

Sehingga, akhirnya ASUS bekerja untuk meningkatkan kinerja audio telepon. Hal tersebut dilakukan dengan cara menanamkan fitur sistem speaker lima magnet, ditambah dengan amplifier pintar dari NXP. Hal ini memungkinkan smartphone untuk memberikan output audio berlapis dan bernuansa, sehingga tidak ada detail dari audio yang hilang.

TH menggambarkan keuntungan dari sistem speaker lima magnet dengan sebuah analogi sederhan dan cerdas, “Untuk sebagian besar speaker, suaranya tersebar, seperti Anda sedang mendengarkan musik yang dimainkan di lapangan terbuka. Sistem speaker lima magnet lebih seperti mendengarkan musik yang dimainkan di ruang konser – audio lebih terfokus.”

Dual Kamera untuk Hasilkan Foto Potrait Memukau

Untuk seorang traveler dan pecinta fotografi mobile, ZenFone Max Pro menawarkan kamera ganda, di mana kamera kedua berfungsi untuk menghasilkan tingkat kedalaman foto, menghasilkan efek bokeh yang lebih akurat dalam mode potret. Dengan satu lensa berfokus pada gambar jarak dekat dan yang lain pada objek yang jauh, pengguna dapat dengan mudah membuat foto subjek dengan latar belakang yang buram. Mode real-time beauty digabungkan dengan lampu kilat LED Softlight juga menyajikan hasil foto terbaik pengguna saat berselfie atay memotret wajah.

Sistem Operasi Android Pure 8.1

Dalam rangkaian keluarga ZenFone serius, ASUS selalu menggunakan sistem operasi android yang dipercantik dan diperkaya dengan fitur-fitur dari ZenUI secara eksklusif. Namun pada ZenFone Max Pro, ini adalah pertama kalinya ASUS menggunakan OS Android Pure 8.1 Oreo, tanpa ZenUI.

OS ini memang cepat, sederhana dan cerdas. Perubahan ini juga dibuat berdasarkan pengalaman pengguna, karena seri ZenFone Max ditujukan untuk para gamer, banyak di antaranya lebih menyukai OS Android Pure dengan beberapa penyesuaian fitur. Dari feedback tersebut, ASUS akhirnya memutuskan untuk menggunakan Android Pure untuk merespon keinginan pengguna.

Karenanya, tidak cukup hanya memiliki ponsel dengan kapasitas baterai yang tinggi. Namun ZenFone Max Pro juga ditujukan untuk kinerja maksimal dalam semua aspek, termasuk baterai, CPU, kamera, ukuran layar, resolusi, serta volume dan kinerja audio. Fitur-fitur ini adalah keunggulan dari merek ASUS, sehingga semua pengguna, baik itu game, menonton video, atau mengambil foto, akan dapat menikmati keefektifan maksimum seri ZenFone.

Bagaimana? Mudah mudahan setelah membaca tulisan di atas, bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih salah satu smartphone terbaik ASUS, ZenFone Max Pro M1.

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.