Seekor Paus Pilot Mati Karena Menelan Sampah Plastik

Ada kabar menyedihkan yang datang dari Thailand, seekor paus pilot harus mati mengenaskan karena menelan sampah plastik. Paus pilot jantan ini sempat bertahan beberapa hari di perairan Thailand dekat dengan perbatasan Malaysia, sebelum akhirnya mati.

Sampah plastik sebagai penyebab kematian paus pilot ini diketahui setelah dilakukan otopsi terhadap bangkai paus itu. Proses otopsi yang dilakukan oleh Departemen Kelautan dan Sumber Daya Pantai Thailand berhasil menemukan 7,7 Kilogram sampah plastik di dalam lambung paus malang itu. Jika diuraikan, kurang lebih terdapat 80 lembar kantong plastik yang terdapat di dalam lambung paus pilot itu.

Ini bukan kali pertama seekor paus mati karena menelan sampah. Menurut para ahli, paus menelan plastik yang mengambang di laut karena paus menduga sampah plastik itu adalah makanan. Sebagaimana diketahui, makanan paus pilot adalah cumi cumi, gurita dan ikan ikan kecil lainnya. Saat di air, bentuk cumi cumi memang sangat mirip dengan kantong plastik.

Timbunan kantong plastik yang ada di dalam lambung paus menyebabkan makanan tidak bisa masuk dan tercerna dengan baik sehingga paus mengalami sakit yang berujung pada kematian. Plastik yang memenuhi lambung menyebabkan paus sulit mendapatkan asupan gizi yang cukup dari makanan. Manusia pun kalau di lambungnya ada 80 kantong plastik, pasti akan mati juga.

Menurut para pecinta lingkungan, sedikitnya ada 300 jenis hewan laut di perairan Thailand yang kedapatan menelan plastik. Mereka menelan sampah plastik yang dibuang manusia ke laut. Kebanyakan dari sampah plastik ini sudah bertahun tahun mengambang di laut. Sampah plastik ini bisa berupa potongan besar, atau potongan potongan kecil yang tidak kasat mata (mikroplastik). Sebagian besar sampah plastik memang akan mengendap di dasar laut dan para ahli belum mengetahui dengan pasti dampak ekosistem dari timbunan sampah plastik ini.

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.