Makhluk Tercepat Ini Ternyata Bukan Seperti Yang Dipikirkan Kebanyakan Orang

Ketika kita diminta menyebutkan nama nama makhluk tercepat di dunia maka kebanyakan dari kita akan menjawab burung elang, cheetah atau ikan marlin. Namun, tahukah kamu jika jawaban jawaban itu saat ini boleh dikatakan tidak benar. Mengapa?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Georgia Institute of Technology, makhluk hidup yang memiliki kemampuan bergerak paling cepat di dunia adalah Spirostomum ambiguum. Makhluk hidup bersel satu yang mirip dengan cacing ini memiliki kemampuan bergerak dengan sangat cepat saat memperkecil bentuk tubuhnya.

Spirostomum ambiguum adalah sejenis protozoa bersel satu yang kerap ditemukan hidup dalam air danau atau air kolam. Makhluk ini bergerak di dalam air kolam menggunakan rambut rambut halus yang disebut dengan silia. Dalam kondisi normal, Spirostomum ambiguum memiliki panjang sekitar 4 milimeter, tetapi dalam kondisi kondisi tertentu, protozoa ini bisa memperkecil tubuhnya menjadi 40%-nya saja dalam kecepatan cahaya. Perubahan bentuk protozoa ini berlangsung kurang dari satu detik sehingga terlihat spontan dengan mata telanjang.

Kemampuan bergerak cepat Spirostomum ambiguum ini membuat para ahli dari Georgia Tech’s School of Chemical and Biomolecular Engineering penasaran. Mereka berencana melakukan penelitian yang lebih mendalam terhadap kemampuan yang dimiliki oleh Spirostomum ambiguum sehingga bisa diterapkan dalam pengembangan robotik dan teknologi nano. Yang menjadi misteri bagi mereka adalah, bagaimana Spirostomum ambiguum bisa bergerak dengan sedemikian cepat tanpa merusak organ dalam dari protozoa itu.

Makhluk verterbrata seperti cheetah, burung atau manusia membutuhkan protein aktin dan myosin untuk bergerak. Protein ini tentu saja tidak terdapat pada protozoa karena mereka tidak memiliki otot. Saat bergerak, protozoa menggunakan molekul air yang kecil, kait dan motor biologis. Selain itu, mekanisme pergerakan pada protozoa memiliki kekhususan secara fisik sehingga tidak bisa disamakan dengan makhluk yang ukurannya lebih besar.

Bila protozoa memiliki aktin dan myosin maka mereka juga akan memiliki otot yang kemampuan bergeraknya tidak akan secepat itu. Pada protozoa berlaku prinsip, semakin kecil tubuh mereka maka akan semakin cepat mereka bergerak. Mereka bahkan bisa bergerak sampai dengan kecepatan 200 meter per detik.

Untuk mempelajari kemampuan bergerak Spirostomum ambiguum, para ahli berencana memetakan seluruh kemampuan dari Spirostomum ambiguum dalam sebuah komputer lalu mempelajari bagaimana makhluk bersel satu itu bisa memiliki kemampuan bergerak yang sedemikian cepat termasuk energi yang digunakan untuk bergerak.

Keberhasilan dari penelitian ini diharapkan dapat membantu pengembangan mesin molekuler dan mikrobot yang memiliki kemampuan akselerasi yang sama dengan Spirostomum ambiguum dan tentu saja yang paling penting adalah kemampuan untuk bertahan saat berada dalam kecepatan tersebut.

dokterMade

Seorang dokter yang kebetulan suka ngeblog dan berteman.